Rabu, 11 April 2012

Hindari Tujuh Minuman Ini Saat Akan Menelan Obat

Air putih merupakan minuman yang paling aman untuk menelan obat. Namun, ketika berada dalam situasi ingin menelan obat namun tak ada air putih, tak sedikit orang meminum obat dengan teh dan minuman lainnya.

Akan tetapi, sebaiknya Anda harus berhati-hati untuk tidak mencampurkan obat dengan minuman tertentu, selain air putih. Beberapa jenis minuman, malah dapat menimbulkan reaksi berbahaya jika digabungkan dengan obat.

Berikut beberapa minuman yang harus Anda hindari saat ingin meminum obat :

1. Jus jeruk Bali
Jeruk Bali memberikan dampak negatif pada lebih dari 50 obat, termasuk obat tekanan darah tinggi. Sejumlah senyawa organik, yang diidentifikasi sebagai turunan furanokumarin, dapat mengganggu hati dan menyerap enzim sitokrom P450 isoform CYP3A4 di dinding usus kecil. Apabila Anda habis meminum jus jeruk Bali dan ingin meminum obat, baiknya Anda menunggu sampai 24 jam.

2. Jus delima
Enzim pada jus delima dapat memecah resep obat tekanan darah.

3. Susu
Kalsium dalam susu dapat mengganggu efektivitas obat tiroid dan dapat mengikat obat atau antibiotik sehingga mencegah penyerapan obat dalam tubuh. Tunggu minimal empat jam setelah minum obat untuk konsumsi minuman yang kaya akan kalsium tersebut.

4. Kafein
Kafein dapat menimbulkan ancaman kesehatan yang serius jika diminum dengan stimulan. Hindari secangkir kopi ketika sedang mengkonsumsi efedrin (penekan nafsu makan),  obat asma dan amfetamin. Beri waktu 2-3 jam setelah minum obat, lalu Anda bisa minum kopi.

5. Minuman isotonik
Kalium dalam minuman isotonik dapat berbahaya bila digabungkan dengan minum obat untuk gagal jantung atau obat-obatan hipertensi lainnya. Hindari juga makan pisang yang kaya akan kaliumnya.

6. Wine
Hindari meminum segelas wine saat Anda konsumsi obat antidepresan. Hal tersebut bisa menyebabkan hipertensi, sakit kepala, detak jantung cepat bahkan stroke. Hal yang sama juga berlaku untuk minuman penambah energi.

7. Teh hijau
Teh hijau mengandung vitamin K yang dapat mengurangi efek dari obat-obatan seperti kumarin atau warfarin (mencegah pembekuan darah).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar